Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan dimana seluruh umat muslim melaksanakan kewajibannya untuk berpuasa selama 1 bulan penuh. Pasti banyak tantangannya, diantaranya harus bisa menahan rasa haus dan lapar. Saat berpuasa, kita tidak boleh makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, sedangkan tubuh tetap membutuhkan kalori kurang lebih 30-35 kkal/kgbb, vitamin, serta mineral yang cukup agar tetap dapat melakukan berbagai aktivitas seperti biasa.

Oleh sebab itu kualitas gizi yang baik harus menjadi perhatian saat kita sahur, artinya keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral perlu dijaga saat kita sahur. Salah satu vitamin yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari selama bulan puasa agar tubuh tetap fit, tidak mudah jatuh sakit, dan status imun terjaga dengan baik adalah vitamin C.

Namun demikian, ada kendala dalam mengonsumsi vitamin C ini khususnya  bagi penderita penyakit maag atau tukak lambung. Mereka sangat sensitif terhadap makanan atau minuman yang bersifat asam.

Sebetulnya proses apakah yang terjadi di sistem pencernaan saat kita sedang berpuasa? Misalnya Amir sahur pada jam 4 pagi, dia mengonsumsi nasi lengkap dengan sayur, daging, telur dan buah. 6 jam kemudian yaitu jam 10 pagi, lambung Amir sudah selesai mencerna makanan dan saat itu sudah dalam keadaan kosong.

Saat lambung dalam keadaan kosong, maka jumlah asam lambung pun menurun karena tidak ada makanan yang perlu dihancurkan. Seperti yang kita ketahui bahwa fungsi asam lambung ialah untuk membantu  proses pengolahan makanan dan penghancuran bakteri di dalam lambung.

Saat jam makan siang, Amir istirahat keluar kantor dan kebetulan dia melihat rekannya yang tidak berpuasa sedang menyantap makan siang dengan nikmatnya. Bagaimana respon otak Amir mendapat stimulus seperti ini? Jika Amir seorang yang kuat iman dan tulus serta ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa, tentunya otak Amir tidak akan merespon stimulus ini seperti saat ia sedang tidak puasa. Namun jika puasa Amir tidak dengan niat tulus dan ikhlas, maka otaknya akan merespon dan memerintahkan kelenjar air liur untuk berproduksi, lambung siap berkontraksi serta  asam lambung mulai diproduksi. Bisa dibayangkan bagaimana perihnya lambung yang terisi dengan cairan asam lambung di saat kosong, apalagi jika ternyata Amir memiliki penyakit maag.

Nah kembali ke soal konsumsi vitamin C bagi penderita penyakit maag, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, antara lain :

  • Pastikan perut tidak dalam keadaan kosong saat mengonsumsi vitamin C.
  • Pilihlah buah yang kaya vitamin C namun tidak berasa asam, seperti pepaya dan apel.
  • Konsumsilah suplemen vitamin C bila perlu, namun pilihlah yang tidak bersifat asam seperti vitamin C generasi ketiga, atau yang biasa dikenal dengan Ester-C.

Jadi pada prinsipnya, ibadah puasa harus dijalankan dengan niat yang tulus dan ikhas, demi kebaikan kita sendiri. Dan pastikan kecukupan dan keseimbangan kalori, vitamin, dan mineral agar  fungsi tubuh tetap optimal dan tubuh tidak mudah sakit, sehingga  Anda bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.