Holisticare Logo
Tips Minum Vitamin C Saat Berpuasa
Back to Article

Gaya Hidup Sehat

3 Tips Minum Vitamin C Saat Berpuasa

Ramadan, adalah bulan dimana seluruh umat muslim melaksanakan kewajibannya untuk berpuasa selama sebulan penuh. Saat menahan rasa haus dan lapar, kita harus selalu penuhi kebutuhan Vitamin C tubuh setiap hari. Berikut tips minum Vitamin C ketika sedang berpuasa.

Saat berpuasa, kita tidak boleh makan dan minum selama kurang lebih 12 jam. Sedangkan tubuh tetap membutuhkan kalori kurang lebih 30-35 kkal/kgbb, vitamin, serta mineral yang cukup, agar tetap dapat melakukan berbagai aktivitas seperti biasa.

Oleh sebab itu, kualitas gizi yang baik harus menjadi perhatian saat kita sahur. Artinya keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral perlu dijaga saat kita sahur.

3 Tips Minum Vitamin C Saat Berpuasa

Salah satu vitamin yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari selama bulan puasa agar tubuh tetap fit, tidak mudah jatuh sakit, dan status imun terjaga dengan baik adalah Vitamin C.

Namun ada kendala dalam mengkonsumsi Vitamin C ini, khususnya saat berpuasa dan bagi penderita penyakit maag atau tukak lambung. Sebab lambung akan menjadi sangat sensitif terhadap makanan atau minuman yang bersifat asam.

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika mengkonsumsi Vitamin C saat berpuasa, atau bagi penderita penyakit maag, antara lain :

  1. Hindari minum Vitamin C yang bersifat asam, atau pastikan perut tidak dalam keadaan kosong saat mengkonsumsinya.
  2. Konsumsilah buah yang kaya Vitamin C namun tidak berasa asam, seperti pepaya dan apel.
  3. Pilihlah suplemen Vitamin C yang tidak bersifat asam, seperti Holisticare Ester C, yang menggunakan Vitamin C generasi ketiga. Karena tidak bersifat asam, Holisticare Ester C pun juga aman dikonsumsi sebelum maupun sesudah makan.
  4. Konsumsilah sebelum makan. Vitamin larut air terbaik dikonsumsi saat perut kosong. Namun, Anda harus tetap berhati-hati. Pilihlah Vitamin C jenis Ester C, dengan tingkat keasaman mendekati air, sehingga lebih tidak perih di lambung

Jadi pada prinsipnya, ibadah puasa harus dijalankan dengan niat yang tulus dan ikhlas, demi kebaikan kita sendiri. Dan pastikan kecukupan dan keseimbangan kalori, vitamin, dan mineral agar fungsi tubuh tetap optimal dan tubuh tidak mudah sakit, sehingga Anda bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Problem Pencernaan Saat Berpuasa

Sebetulnya proses apakah yang terjadi di sistem pencernaan saat sedang berpuasa? Seseorang makan sahur pada jam 4 pagi, dia mengonsumsi nasi lengkap dengan sayur, daging, telur dan buah. Tapi enam jam kemudian, lambungnya sudah selesai mencerna makanan dan dalam keadaan kosong.

Saat lambung dalam keadaan kosong, maka jumlah asam lambung pun menurun karena tidak ada makanan yang perlu dihancurkan. Seperti yang kita ketahui, fungsi asam lambung ialah untuk membantu proses pengolahan makanan dan penghancuran bakteri di dalam lambung.

Namun ketika orang tersebut tergiur karena melihat orang lain menyantap makanan, maka otaknya akan merespon dan memerintahkan kelenjar air liur untuk berproduksi. Lambung pun menjadi siap berkontraksi, serta asam lambung mulai diproduksi.

Bisa dibayangkan bagaimana perihnya lambung yang terisi dengan cairan asam lambung di saat kosong. Apalagi jika orang tersebut memiliki penyakit maag, perut akan terasa lebih perih. Oleh karena itu, sebaiknya kita fokus menahan hawa nafsu saat menjalankan ibadah puasa. Jauhi tempat-tempat makan agar kita tidak tergoda.

  • Update terakhir: 10 Februari 2020
  • Update selanjutnya: 8 Februari 2021


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube