Holisticare Logo
Back to Article

Ibu & Anak

6 Langkah Mengobati Luka Si Kecil

Si kecil terluka? Masa kanak-kanak adalah waktu yang tepat bagi si kecil untuk menjelajahi hal-hal baru. Namun kegiatan tersebut bukan tanpa risiko luka. Walaupun sebagian luka dapat sembuh sendiri secara alami, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat.

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare EsterC Kids, suplemen Vitamin C anak jenis Ester C. Untuk bantu penuhi kebutuhan Vitamin C anak, konsumsilah Holisticare EsterC Kids. yang dapat dikonsumsi oleh anak mulai usia 2 hingga 12 tahun dan sudah bisa mengulum permen. Holisticare EsterC juga tersedia dalam tablet dan bentuk effervescent yang menyegarkan.

Agar terhindar dari panik dan gegabah dalam menangani buah hati yang sedang terluka, simak langkah-langkah berikut untuk bisa memberikan pertolongan pertama yang tepat saat si kecil terluka:

  1. Cuci Tangan dengan Sabun dan Air Bersih

Sebelum menangani luka pada anak, pastikan untuk menjaga kebersihan diri dari bakteri dan kuman untuk mengurangi risiko infeksi pada luka yang terbuka. Setelah mencuci tangan, tekan luka perlahan untuk menghentikan pendarahan.

  1. Bersihkan Luka dengan Air Bersih dan Larutan Garam 

Bersihkan luka dari kotoran atau benda asing yang menempel di sekitar daerah yang terluka. Pastikan tidak ada yang tersisa untuk mengurangi risiko infeksi dan kontaminasi dari kotoran yang tersisa.

  1. Oleskan Salep/Krim Antibiotik Jika Memungkinkan

Seperti yang kita ketahui, salah satu cara untuk menangani luka adalah dengan mengoleskan salep/krim antibiotik. Salep/krim antibiotik biasa digunakan untuk penyembuhan luka, operasi, atau prosedur kesehatan tertentu untuk mengurangi risiko infeksi. Hal ini disebabkan karena antibiotik berguna untuk menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme, bahkan dapat membunuh kuman.

  1. Tutup Luka dengan Perban atau Plester

Pastikan untuk melakukan tahap sebelumnya sebelum menutup luka dengan perban karena luka tertutup yang tidak steril bisa menjebak bakteri serta menyebabkan infeksi lebih lanjut. Luka terbuka perlu ditutup untuk menjaga kelembaban kulit, sehingga akan mempercepat penyembuhan jaringan kulit yang rusak pada area luka. Menutup luka juga dapat mengurangi risiko luka bergesekan dengan benda-benda asing di sekitar.

  1. Cek Luka Secara Berkala

Hal ini perlu dilakukan untuk melihat apakah terjadi tanda-tanda infeksi setelah dilakukan pertolongan pertama pada luka. Pengecekan bisa dilakukan dengan membuka perban secara berkala setiap 24 jam. Setelah itu, luka perlu dibersihkan kembali, diberi obat, dikeringkan, dan ditutup kembali dengan menggunakan perban atau plester yang bersih.

  1. Konsumsi Vitamin C

Dilansir dari Medical News Today, vitamin C mampu mempercepat proses penyembuhan luka. Maka dari itu, penting untuk memastikan kebutuhan vitamin C anak tercukupi. Memastikan hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang, dan menerapkan pola istirahat yang cukup.

Jika diperlukan, si kecil dapat mengonsumsi suplemen vitamin C tambahan. Salah satunya seperti mengonsumsi Holisticare Ester C Kids secara rutin.

  1. Tidur dengan Cukup

Penyembuhan luka dapat lebih maksimal diproses oleh tubuh saat istirahat atau tidur. Maka dari itu, penting untuk menerapkan jadwal tidur yang teratur dan efektif untuk si kecil, utamanya saat si kecil mengalami luka.

Jika merasa luka yang dialami si kecil terlalu parah dan tidak lekas membaik, maka segera cari perawatan ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak semua luka bisa disembuhkan sendiri dirumah, contohnya seperti luka dengan tepi yang besar dan dalam, luka bekas gigitan hewan atau manusia, dan luka akibat benda kotor.



Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube