Kolesterol
Perlukah Cek Kolesterol jika Selama Ini Tidak Ada Keluhan?
Kalau Anda tidak punya riwayat kolesterol tinggi, mungkin Anda merasa belum perlu melakukan cek kolesterol. Apalagi jika selama ini merasa sehat, berat badan normal, dan sudah menjaga pola makan.
Padahal, cek kolesterol tetap penting meskipun Anda tidak memiliki riwayat kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang bisa memiliki kadar kolesterol yang tinggi tanpa menyadarinya. Satu satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol adalah melalui pemeriksaan darah.
Baca Juga: Kolesterol Tinggi Berat Badan Normal, Kok Bisa?
Mengapa Tetap Perlu Cek Kolesterol Meski Merasa Sehat?
Faktor genetik atau keturunan memang berperan penting dalam menentukan seberapa efisien tubuh Anda memproses lemak. Seseorang dengan kondisi Familial Hypercholesterolemia bisa memiliki kadar LDL yang sangat tinggi sejak lahir. Namun, genetik bukanlah satu-satunya faktor penyebab.
Tingginya kolesterol di era modern ini lebih banyak didorong oleh faktor lingkungan dan gaya hidup. Berikut adalah alasan mengapa merasa sehat belum tentu berarti profil lemak darah Anda aman:
- Masalah Metabolik Akibat Usia: Memasuki usia 30 hingga 35 tahun, metabolisme tubuh Anda secara alami mulai melambat. Hati (liver) Anda mungkin tidak lagi seefisien saat Anda berusia 20-an dalam membersihkan sisa-sisa lemak jahat dari sirkulasi darah.
- Terpaparnya “Hidden Fats“: Anda mungkin tidak suka makan jeroan atau santan. Namun, lemak trans dan karbohidrat sederhana yang secara rutin masuk lewat camilan kemasan, es kopi susu, atau roti putih dapat meningkatkan produksi trigliserida dan kolesterol LDL di dalam organ hati.
- Gaya Hidup Duduk (Sedentary): Meskipun Anda kurus, bekerja berjam-jam sambil duduk di depan komputer membuat sirkulasi darah melambat. Hal ini menyulitkan tubuh untuk memproduksi kolesterol baik (HDL) yang bertugas sebagai pembersih pembuluh darah.
Jika dibiarkan tanpa dicek, lemak-lemak jahat ini akan diam-diam menempel di dinding arteri (aterosklerosis), membentuk plak keras yang dapat menyumbat aliran darah ke jantung atau otak di masa mendatang.
Baca Juga: Kolesterol Tinggi sejak Muda? Kenali Hiperkolesterolemia Familial
Siapa yang Perlu Cek Lebih Sering?
Frekuensi cek kolesterol dapat berbeda pada setiap orang. Pemeriksaan yang lebih sering mungkin diperlukan jika Anda memiliki:
- Riwayat kolesterol tinggi
- Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi
- Diabetes
- Penyakit jantung
- Tekanan darah tinggi
- Penyakit ginjal
- Perubahan berat badan yang cukup besar
- Perubahan pola makan atau gaya hidup
Jika memiliki faktor risiko tersebut, diskusikan jadwal pemeriksaan dengan tenaga kesehatan. Hasil pemeriksaan sebelumnya juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan kapan perlu melakukan cek berikutnya.
Baca Juga: Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Menjadi Penyebab Kolesterol Tidak Turun
Memahami 4 Parameter Lemak Darah Saat Pemeriksaan
Ketika Anda akhirnya memutuskan untuk melakukan cek kolesterol (biasanya melalui tes yang disebut panel lipid atau lipid profile), sangat penting untuk tidak hanya fokus pada satu angka saja.
Sebuah tes darah yang akurat akan membedah kondisi lemak Anda menjadi empat parameter penting:
- Kolesterol Total: Jumlah keseluruhan kolesterol. Idealnya harus di bawah 200 mg/dL.
- Kolesterol LDL (Jahat): Lemak yang dapat membentuk plak. Angka ini harus ditekan agar idealnya berada di bawah 100 mg/dL.
- Kolesterol HDL (Baik): Kolesterol pelindung yang bertugas membersihkan pembuluh darah. Harus dijaga minimal 60 mg/dL.
- Trigliserida: Jenis lemak berbeda yang menyimpan cadangan energi dari sisa kalori/gula yang tidak dibakar. Idealnya harus di bawah 150 mg/dL.
Keempat indikator ini saling berkaitan dan harus dievaluasi secara bersamaan untuk melihat risiko kesehatan kardiovaskular Anda yang sebenarnya.
Jadwal Cek Kolesterol yang Direkomendasikan
American Heart Association (AHA) merekomendasikan semua orang dewasa yang sudah berusia 19 tahun ke atas untuk mulai melakukan cek kolesterol rutin guna mengetahui data dasar profil lemak darahnya. Jika hasil Anda normal dan risiko Anda rendah, tes ini dapat diulang setiap 4–6 tahun sekali.
Namun, bagi Anda yang sudah memasuki usia produktif 35 tahun ke atas, pria dan wanita sangat disarankan untuk melakukan evaluasi lipid panel setiap 1–2 tahun sekali.
Pendekatan 4-in-1 untuk Membantu Memelihara Profil Lemak Darah
Jika hasil cek kolesterol menunjukkan angka yang mulai berada pada tahap borderline, ini menjadi waktu yang tepat untuk lebih memperhatikan profil lemak darah. Perubahan pola makan, rutin beraktivitas fisik, dan pemeriksaan berkala dapat menjadi bagian dari langkah untuk membantu menjaga kadarnya tetap terkendali.
Sebagai dukungan tambahan, Anda juga dapat mempertimbangkan produk berbahan alami untuk melengkapi rutinitas sehat. Holisticare Cholfree hadir dengan pendekatan 4 in 1 untuk membantu memelihara empat parameter profil lemak darah, yaitu kolesterol total, LDL, trigliserida, dan HDL.
Holisticare Cholfree menggunakan bahan aktif alami dari ekstrak buah Amla (Phyllanthus emblica) dan telah teruji secara klinis. Pendekatan 4 in 1 ini membantu memelihara profil lemak darah secara lebih menyeluruh dengan membantu menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida serta membantu meningkatkan HDL.
Holisticare Cholfree juga dapat menjadi pilihan berbahan alami untuk mendampingi rutinitas sehari hari. Pendekatannya berbeda dari obat penurun kolesterol lain yang dapat memengaruhi kadar Coenzyme Q10 (CoQ10) dalam tubuh. Penurunan CoQ10 pada sebagian orang dapat berkaitan dengan keluhan seperti pegal atau nyeri otot.
Apa pun pilihan yang Anda ambil, tetap jadikan pola hidup sehat dan pemeriksaan profil lemak darah sebagai bagian dari rutinitas. Dengan mengetahui perubahan kadar kolesterol sejak dini, Anda dapat lebih cepat menentukan langkah yang sesuai untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera








