Holisticare Logo
penyebab kolesterol tidak turun
Back to Article

Kolesterol

Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Menjadi Penyebab Kolesterol Tidak Turun

Penyebab kolesterol tidak turun antara lain pola makan yang kurang tepat, aktivitas fisik yang minim, atau kebiasaan sehari hari yang masih perlu diperbaiki. Namun, jika kadar kolesterol tetap tinggi meskipun Anda sudah mengubah gaya hidup, faktor keturunan, kondisi medis tertentu, dan pengobatan yang belum optimal juga perlu dipertimbangkan.

Kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko penumpukan plak pada pembuluh darah. Karena itu, penting untuk memahami penyebab kolesterol tidak turun agar langkah yang diambil sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Baca Juga: Mitos Kolesterol dan Faktanya yang Perlu Diketahui

Apa Saja Penyebab Kolesterol Tidak Turun? 

Penurunan lemak darah membutuhkan konsistensi dan pemahaman yang menyeluruh. Berikut adalah kesalahan gaya hidup sehari-hari yang paling sering menghambat proses tersebut: 

1. Masih Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Salah satu penyebab kolesterol tidak turun adalah pola makan yang masih tinggi lemak jenuh. Lemak ini banyak ditemukan pada daging berlemak, mentega, produk susu tinggi lemak, serta sejumlah makanan olahan dan gorengan.

Jika dikonsumsi berlebihan, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam darah. Mengurangi makanan tersebut dan memilih sumber lemak yang lebih sehat dapat membantu memperbaiki profil lemak darah.

Cobalah memperbanyak sayur, buah, kacang kacangan, biji bijian utuh, dan ikan. Perhatikan pula cara pengolahan makanan serta kandungan lemak pada label kemasan.

2. Kurang Bergerak dalam Aktivitas Sehari Hari

Kebiasaan duduk terlalu lama dan jarang berolahraga dapat memengaruhi kesehatan metabolik. Aktivitas fisik yang rendah juga dapat berkaitan dengan kenaikan berat badan, peningkatan trigliserida, dan kadar HDL yang lebih rendah.

Anda tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Mulailah dengan berjalan kaki, bersepeda, atau aktivitas lain yang sesuai dengan kemampuan tubuh. Lakukan secara rutin dan tingkatkan durasinya secara bertahap.

Aktivitas fisik yang konsisten membantu mendukung pengelolaan kolesterol serta kesehatan jantung secara keseluruhan.

3. Terkecoh oleh Lemak Trans Tersembunyi (Hidden Fats)

Anda mungkin sudah merebus atau mengukus lauk utama Anda. Masalahnya, lemak trans sering bersembunyi di makanan kemasan. Margarin, krimer kopi, biskuit, dan makanan ringan komersial sering kali mengandung minyak sayur terhidrogenasi parsial. Konsumsi lemak trans sedikit saja sudah cukup untuk memaksa organ hati memproduksi lebih banyak kolesterol jahat (LDL).

4. Stres Kronis dan Kurang Tidur

Ketika Anda stres atau kurang tidur, tubuh merespons dengan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Lonjakan kortisol ini secara langsung merangsang organ hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol dan glukosa sebagai energi cadangan untuk “bertahan hidup”. Akibatnya, angka kolesterol total dan LDL Anda akan terus melonjak dari dalam, terlepas dari seberapa ketat diet yang Anda jalani.

5. Tidak Konsisten Menjalankan Pengobatan

Pada sebagian orang, perubahan gaya hidup saja belum cukup untuk mencapai target kolesterol. Dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol berdasarkan hasil pemeriksaan dan risiko penyakit kardiovaskular.

Melewatkan dosis, menghentikan obat sendiri, atau mengubah dosis tanpa berkonsultasi dapat membuat pengobatan kurang optimal. Jika Anda mengalami efek samping atau merasa obat belum memberikan hasil yang diharapkan, sampaikan hal tersebut kepada dokter.

Dokter dapat mengevaluasi respons terhadap pengobatan dan mempertimbangkan penyesuaian terapi jika diperlukan. Jangan menghentikan obat hanya karena Anda sudah mulai memperbaiki pola makan.

6. Mengabaikan Faktor Keturunan dan Kondisi Medis

Penyebab kolesterol tidak turun meskipun pola hidup sudah diperbaiki dapat berkaitan dengan faktor genetik, seperti hiperkolesterolemia familial. Kondisi ini membuat LDL tinggi sejak usia muda dan sering memerlukan pengobatan khusus.

Beberapa kondisi medis, seperti hipotiroidisme, diabetes, dan penyakit ginjal tertentu, juga dapat memengaruhi kadar lemak darah. Obat yang digunakan untuk menangani kondisi lain terkadang turut memengaruhi kadar kolesterol.

Jika kolesterol sulit turun, dokter dapat meninjau riwayat kesehatan, obat yang digunakan, dan hasil pemeriksaan untuk mencari faktor yang mungkin berperan.

Baca Juga: 12 Buah Penurun Kolesterol yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Holisticare Cholfree untuk Mengontrol 4 Parameter Kolesterol

Menjaga kadar lemak darah membutuhkan konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat. Selain memperbaiki pola makan dan rutin beraktivitas fisik, Anda dapat mempertimbangkan produk pendamping untuk membantu memelihara profil lemak darah.

Holisticare Cholfree hadir dengan pendekatan 4 in 1 yang berfokus pada empat parameter profil lemak darah, yaitu kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.

Holisticare Cholfree menggunakan bahan aktif alami dari ekstrak buah Amla (Phyllanthus emblica) yang telah teruji secara klinis. Formulasinya membantu memelihara profil lemak darah dengan membantu menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta membantu meningkatkan HDL

Untuk mendukung kesehatan jantung, imbangi rutinitas Anda dengan tidur yang cukup, membatasi asupan gula berlebih, memilih makanan bergizi seimbang, dan berolahraga secara teratur. Konsumsi Holisticare Cholfree sesuai aturan pakai pada kemasan sebagai bagian dari upaya memelihara profil lemak darah.

Jika kadar kolesterol tetap tinggi atau Anda sedang menggunakan obat penurun kolesterol, konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum menambahkan produk pendamping.

 

Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube