Penyakit
Flu Biasa dan Flu COVID-19: Cara Membedakan dan Mengatasinya
Salah satu gejala COVID-19 ialah flu. Akibat COVID-19, banyak masyarakat yang waspada terhadap flu sehingga tidak jarang membuat kebingungan akan pencegahan dan penanganannya. Jika Anda merasa waspada setiap gejala yang muncul pada diri maupun keluarga Anda, langkah paling utama ialah jangan panik. Anda harus paham mengenai perbedaan flu biasa dan flu COVID-19.
Semenjak kemunculan Coronavirus Disease atau COVID-19 pada akhir tahun 2019 kondisi kesehatan masyarakat semakin kompleks. Kompleksitas ini dapat dilihat bagi mereka yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, apalagi virus ini terus bermutasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang justru menimbulkan rasa cemas berlebih yang mana berakibat buruk pada kesehatan.
Kekhawatiran ini sebenarnya sangat mendasar mengingat banyaknya korban jiwa akibat COVID-19. Namun jangan sampai kekhawatiran yang berlebih membuat Anda lupa bahwa psikis yang tenang akan mendukung kesehatan fisik Anda pula.
Flu biasa dan flu COVID-19 merupakan penyakit yang sama-sama menular dan menyerang pernapasan. Sarana penularan kedua flu ini tersebar melalui droplet atau air liur yang mana droplet berukuran kecil akan tersebar di udara sementara droplet berukuran besar akan jatuh ke permukaan dan tersentuh oleh manusia. Meski sama-sama disebabkan oleh virus, kedua jenis flu ini disebabkan oleh virus yang berbeda.
Berikut perbedaan kedua flu tersebut.
Flu biasa
Jenis ini disebabkan oleh virus Influenza yang terbagi menjadi tiga jenis yaitu Influenza A, B dan C.
Influenza A. Tipe ini merupakan tipe yang paling umum terjadi yang mana sekitar 70% flu pada manusia disebabkan oleh tipe A. Hal ini karena sarana penyebaran virus ini melalui droplet atau air liur yang terbang melalui udara dan mendarat di benda padat. Influenza tipe A dapat dialami oleh manusia dan hewan.
Influenza B. Tidak seperti tipe A, tipe B hanya dialami oleh manusia namun intensitasnya tidak sesering tipe A.
Influenza C. Tipe ini merupakan tipe yang paling jarang terjadi dan termasuk tipe ringan.
Gejala
Ketiga tipe influenza di atas memiliki gejala yang sama, seperti berikut.
- demam
- radang tenggorokan
- batuk
- meriang
- kelelahan
- hidung tersumbat atau pilek
Meski flu terdengar masalah kesehatan yang ringan, jika tidak segera diobati dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Untuk itu, Anda perlu paham mengenai cara menangani dan pencegahannya.
Akibat jika tidak ditangani
Virus Influenza dapat menyebar melalui droplet dengan jarak maksimal 4 meter dengan rentang waktu 1 sampai 2 minggu. Jika tidak mengalami peningkatan atau bahkan memburuk dan segera tidak ditangani, dapat meningkatkan resiko seperti berikut.
- pneumonia
- bronkitis
- sepsis
- asma
Flu akibat COVID-19
WHO mengumumkan terminologi COVID-19 sebagai salah satu penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Seperti influenza, SARS-CoV-2 ialah salah satu jenis virus yang dapat menyerang saluran pernapasan. Salah satu gejala penyakit ini ialah flu.
Gejala
Virus pandemik ini memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala flu biasa. Flu ini juga bersifat transmisif dan diikuti oleh gejala yang lain seperti:
- demam
- radang tenggorokan
- batuk
- meriang
- kelelahan
- hidung tersumbat atau pilek
- anosmia atau kehilangan daya penciuman
- ageusia atau kehilangan daya perasa
Bagaimanapun juga, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap suatu penyakit termasuk flu. Seseorang bisa saja asimtomatik atau tanpa gejala, ringan, sedang hingga fatal. Untuk meminimalisir kemungkinan terburuk, Anda dapat langsung berkonsultasi ke tenaga profesional atau rumah sakit terdekat untuk PCR atau tes Antigen.
Akibat jika tidak ditangani
Jika flu akibat COVID-19 tidak mereda dan dibiarkan begitu saja, dapat mengakibatkan gangguan sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian.
Cara Mengatasi Flu
Untuk pengobatan jenis flu, untungnya pencegahannya pun tidak jauh berbeda. Anda dapat melakukan langkah-langkah di bawah ini.
- Menggunakan masker
- Menggunakan siku saat bersin
- Tetap di rumah selama masih mengalami flu
- Memulai pola hidup bersih seperti rajin cuci tangan dan menggunakan disinfektan di area yang dilalui atau disentuh banyak orang
- Vaksinasi
Vaksinasi atau suntikan influenza bisa didapat melalui layanan rumah sakit dengan anjuran sekali setahun. Sebelum melakukan suntikan flu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu mengenai kondisi dan riwayat kesehatan Anda.
- Perhatikan asupan nutrisi
Jangan melupakan asupan nutrisi untuk tubuh Anda, terutama di waktu sakit. Jika Anda terkena flu, penting juga menjaga asupan nutrisi untuk membantu daya tahan tubuh. Penuhi kebutuhan nutrisi Anda dengan dukungan vitamin yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang flu seperti vitamin C dan D yang terdapat pada brokoli, jeruk, telur dan salmon.
Perbedaan vitamin C dan D
Vitamin D terdiri dari 2 subbagian yaitu D2 (ergokalsiferol) dan D3 (kolekalsiferol). Jika vitamin D2 berasal dari tanaman seperti jamur shitake yang banyak terpapar sinar matahari, vitamin D3 datang dari hewani dan suplementasi. Vitamin D3 juga dapat diperoleh melalui sinar matahari. Saat terpapar sinar matahari, 7-dehidrokolesterol di kulit akan menyerap sinar UVB yang akan dialihkan menjadi vitamin D3.
Vitamin D memiliki berbagai reseptor dalam sel imun yakni sel B, sel T dan sel penyaji antigen yang dapat merangsang pembentukan antibodi. Kekurangan vitamin D diasosiasikan pula dengan peningkatan autoimun sehingga meningkatkan resiko berbagai penyakit dan infeksi termasuk flu.
Sementara vitamin C atau yang dikenal juga dengan asam askorbat ialah nutrisi yang bersumber dari makanan. Vitamin C bekerja sebagai antioksidan dalam tubuh dengan cara memerangi radikal bebas untuk memperkuat imunitas.
Kedua vitamin di atas memiliki efek yang krusial untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain dari sumber alamiah seperti sinar matahari, Anda juga bisa mendapatkan dukungan sumber vitamin D melalui suplementasi seperti Holisticare D3 1000. Holisticare D3 1000 mengandung vitamin D3 1000 IU yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan Vitamin D secara cepat demi peningkatan daya tahan tubuh.
Jika mengalami flu berkepanjangan, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.





