Diet & Nutrisi
Ini Kandungan Nutrisi Makanan Tradisional Indonesia
Liburan telah tiba Sahabat Holisticare! Saat kita berwisata kuliner. Saatnya kita mencoba keunikan selera nusantara. Tapi tunggu dulu. Apakah kita sudah tahu nutrisi yang terkandung di dalam makanan-makanan tradisional? Apakah menyehatkan? Berikut ini kami berikan kandungan nutrisi makanan tradisional Indonesia.
Nutrisi Makanan Tradisional: Gudeg
Makanan khas daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah ini dibuat dari nangka muda. Lalu apa saja nutrisi yang ada di dalam gudeg? Seratus gram gudeg mengandung energi 160 kilokalori, protein 3,3 gram, karbohidrat 16 gram, lemak 9,2 gram, kalsium 62 miligram, fosfor 55 miligram, zat besi 12,8 miligram serta vitamin B1 0,15 miligram.
Nutrisi Makanan: Tiwul
Tiwul adalah makanan tradisional daerah Jawa yang terbuat dari singkong. Makanan ini memiliki kandungan kalori sebanyak 121 kal. Setiap 100 gram singkong yang dibuat tiwul memiliki kandungan fosfor 40 gram, karbohidrat 34 gram, kalsium 33 miligram, protein 1,2 miligram, zat besi 0,7 miligram, lemak 0,3 miligram, bahkan vitamin C 30 miligram serta vitamin B1 0,01 miligram.
Nutrisi Makanan: Nasi Goreng (spesial pakai telur… bukan yang biasa!)
Kalau yang satu ini merupakan makanan populer di banyak daerah. Masing-masing daerah punya ciri khas dalam mengolah nasi goreng. Bagaimana dengan nutrisinya? Dalam 100 gram nasi, bumbu, serta sebutir telur yang digunakan mengandung sekitar 365 kilokalori, protein 13 gram, lemak 16,3 gram, karbohidrat 39,8 gram.
Nutrisi Makanan: Ayam Geprek (plus sambal rawitnya)
Belakangan, popularitas makanan yang satu ini meningkat. Ayam goreng dengan bumbu cabai rawit yang dihaluskan ini berasal dari daerah Yogyakarta. Beberapa orang menambahkan keju mozarella dalam ayam geprek olahannya. Tambah lezat? Sudah pasti… Sepotong ayam geprek dan sambal rawitnya mengandung 287 kilokalori, protein 31 gram, lemak 15,7 gram, karbohidrat 1,7 gram, serta kalsium sebanyak 99 miligram.
Nutrisi Makanan: Belut
Jika Anda ingin lebih banyak dagingnya, pilihlah belut sawah bukan belut rawa. Tapi jika ingin lebih sehat, sebaiknya konsumsi belut yang dipanggang bukan digoreng. Kenapa? Karena belut memiliki kandungan lemak dan kolesterol cukup tinggi, proses pemanggangan dapat mengurangi kadar lemak dan kolesterolnya. Beberapa nutrisi yang dikandung oleh belut adalah fosfor, zat besi, kalori, vitamin A, vitamin B, dan arginin (mampu menghambat pertumbuhan sel kanker).
Nutrisi Makanan: Sagu
Sebagai makanan utama penduduk Maluku dan pesisir Papua, sagu mengandung banyak karbohidrat. Biasanya bubur sagu, yang punya nama lain papeda, disantap dengan ditemani oleh ikan bakar. Setiap 100 gram sagu kering mengandung karbohidrat 94 gram, protein 0,2 gram, serat 0,5 gram, kalsium 10 miligram, dan zat besi 1,2 miligram.
Nutrisi Makanan: Nasi Jagung
Nasi jagung ini populer di daerah Madura dan sebagian Jawa Timur sebagai makanan utama. Makanan ini dibuat dengan melewati proses penumbukan dan penjemuran berulang kali. Kandungan nutrisi nasi jagung ini sepertinya lebih baik daripada sagu yaitu energi 150 kal, protein 1,6 gram, lemak 0,6 gram, karbohidrat 11,4 gram, kalsium 2 miligram, fosfor 47 miligram, serat 0,4 gram, zat besi 0,3 miligram, vitamin C 3 miligram, vitamin B1 0,07 miligram, vitamin B2 0,04 miligram, serta niacin 60 miligram.
Lengkapi kebutuhan nutrisi tubuh dengan konsumsi suplemen Vitamin C setiap hari. Pastikan memilih suplemen Vitamin C yang lebih tidak perih di lambung dan bersertifikat halal.





