Perbedaan Maag dan GERD: Mana yang Lebih Berbahaya?
Holisticare Logo
Perbedaan Maag dan GERD
Back to Article

Penyakit

Perbedaan Maag dan GERD: Mana yang Perlu Diwaspadai?

Salah satu gangguan saluran pencernaan yang sangat umum dialami terutama oleh milenial dan zilenial adalah asam lambung yang sering disebut sebagai maag dan GERD. Ternyata maag dan GERD adalah kondisi yang berbeda. Apa perbedaan maag dan GERD? Apakah bisa diobati? Begini ulasannya.

Artikel ini dipersembahkan oleh Holisticare Ester C, suplementasi vitamin C dengan jenis Ester-C yang lebih tidak perih di lambung sehingga dapat dikonsumsi bagi kamu dengan masalah lambung. Dengan bioavailabilitas, Holisticare Ester C akan jaga imunitas selama 24 jam. 

Apa itu maag?

Maag (dispepsia) adalah rasa tidak nyaman di perut yang ditandai dengan rasa panas, sakit, dan kembung beberapa saat setelah makan. Maag bisa menjadi gejala awal penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease). 

Apa itu GERD?

Meski sama-sama masalah lambung, maag dan GERD adalah kondisi yang berbeda. GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah penyakit lambung yang ditandai dengan naiknya asam lambung ke esofagus akibat melemahnya LES (lower esophageal sphincter). LES adalah sebuah katup yang terletak di antara esofagus dan perut. 

Sebelum makanan dicerna di perut, makanan harus melewati LES. LES akan terbuka dan tertutup secara otomatis jika ada makanan yang hendak turun ke perut. 

Tetapi pada penderita GERD, katup akan sulit dikontrol sehingga memicu naiknya isi perut (makanan, asam lambung, enzim) ke esofagus dan mengakibatkan mual dan muntah. Kondisi ini terjadi sebanyak 2 kali atau lebih dalam seminggu.

Bagaimana mengetahui gejalanya?

Segera periksa kesehatan jika kamu mengalami gejala maag di bawah ini.

  • batuk kering
  • rasa pahit dan gatal di tenggorokan
  • rasa asam di lidah
  • mual 
  • heartburn atau sensasi terbakar di dada

Sementara gejala GERD meliputi: 

  • sakit dada yang sering disalahartikan sebagai penyakit jantung
  • mual dan muntah 
  • regurgitasi atau naiknya isi lambung ke esofagus
  • tidak selera makan
  • bau napas
  • sakit saat menelan 

Kenapa maag dan GERD sangat sering terjadi?

Prevalensi maag dan GERD semakin tinggi terutama di kalangan anak muda yang tinggal perkotaan. Sebuah penelitian berjudul Lifestyle Intervention in Gastroesophageal Reflux Disease mengungkapkan bahwa gaya hidup dapat memperparah asam lambung. 

Ini gaya hidup pemicu maag dan GERD yang secara mengejutkan sangat sering dilakukan. 

  • merokok
  • stres dan anxiety
  • obesitas
  • pola makan tidak teratur
  • minuman berkarbonasi dan kafein (soda, kopi, dan teh)
  • makanan pedas

Faktanya, maag dan GERD tidak bisa dihilangkan. Kamu harus berdamai dengan kondisi ini dan menghindari pemicu seperti di atas. 

Jika maag dan GERD tidak ditangani

Banyak anak muda yang cenderung tidak acuh jika mengalami gejala maag dan GERD padahal kondisi ini bisa menimbulkan masalah serius. Meski bukan penyakit mematikan, maag dan GERD dapat merusak esofagus termasuk munculnya pendarahan dan bisul pada esofagus. Pada kasus berat, kondisi ini juga bisa memicu kanker esofagus. 

Kanker esofagus membuat penderitanya menjadi sulit makan dan minum, mengalami masalah pencernaan, nyeri dada, hingga penurunan berat badan yang signifikan. 

 

Ditinjau oleh dr. Putri Wulandari



Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube