Vitamin C Dapat Menurunkan Kadar Asam Urat, Benarkah?
Holisticare Logo
menurunkan kadar asam urat
Back to Article

Penyakit

Vitamin C Dapat Menurunkan Kadar Asam Urat, Benarkah?

Menjaga kadar asam urat tetap stabil bisa menghindari berbagai penyakit berbahaya termasuk penyakit asam urat (gout). Nah, salah satu cara yang diklaim bisa menurunkan kadar asam urat adalah dengan memenuhi kebutuhan vitamin C harian, baik itu dari diet maupun suplementasi. Tapi apakah benar vitamin C dapat menurunkan kadar asam urat? 

Artikel ini akan membahas peran vitamin C dalam menurunkan level asam urat secara komprehensif dan cara preventif lainnya untuk mencegah resiko akibat tingginya kadar asam urat. 

Apa itu asam urat?

Asam urat adalah senyawa kimia yang dimetabolisasi dari purin. Tubuh memproduksi purin secara alamiah namun purin juga bisa dijumpai di makanan seperti jeroan. Level asam urat yang normal akan diproses di ginjal yang kemudian dibuang melalui urin. Namun jika tubuh memiliki kadar asam urat yang tinggi, ginjal bisa kesulitan untuk memprosesnya sehingga dapat memicu berbagai penyakit.

Tingginya kadar asam urat bisa mengancam kesehatan ginjal, memicu penyakit diabetes dan penyakit asam urat (gout).

Level asam urat yang tinggi dapat memperparah resistensi insulin sehingga meningkatkan kadar gula darah. Naiknya kadar gula darah menjadi penyebab penyakit diabetes. Sebuah riset yang dipublikasikan di The American Journal of Medicine, mereka dengan level asam urat tinggi termasuk anak muda lebih rentan terkena diabetes tipe 2. Pun, penderita diabetes tipe 2 biasanya memiliki level asam urat yang tinggi. 

Cara mencegah penyakit asam urat 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit asam urat disebabkan oleh hiperurisemia, kondisi di mana kadar asam urat melebihi batas normal. Oleh karena itu, menurunkan kadar asam urat bisa menjadi kunci mencegah penyakit asam urat itu sendiri. 

Menurunkan kadar asam urat bisa dengan memperhatikan asupan makanan yang mengandung purin. Mengonsumsi makanan mengandung purin secara berlebihan akan menciptakan kristal asam urat (monosodium urat) dan akan menumpuk di area sendi, cairan tubuh, dan jaringan tubuh lainnya. Inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri pada penderita penyakit asam urat. 

Makanan tinggi purin berupa:

  • jeroan
  • daging merah
  • seafood seperti ikan teri, kerang, sarden, dan tuna
  • makanan manis 
  • minuman beralkohol

Selain menghindari makanan-makanan di atas, kamu juga mungkin bisa mengonsumsi kopi, ceri, dan vitamin C. Kopi dan ceri jika dikonsumsi secara reguler dapat mengurangi resiko penyakit asam urat. 

Vitamin C untuk menurunkan kadar asam urat

Telah banyak riset dan penelitian yang menemukan hubungan positif antara vitamin C yang cukup dan resiko penyakit asam urat yang rendah. Seperti sebuah riset yang dilakukan oleh Harvard Medical School dan University of British Columbia, menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi vitamin C dalam dua bulan dapat mengurangi serum asam urat. 

Ini mungkin terjadi karena vitamin C memiliki efek urikosurik, efek yang bersifat meningkatkan ekskresi asam urat dalam urin. 

Vitamin C tersedia dalam buah-buahan seperti di bawah ini

  • jeruk
  • stroberi
  • pepaya
  • jambu merah
  • kiwi
  • brokoli
  • leci

Suplementasi seperti Holisticare Ester C juga dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Holisticare Ester C lebih tidak perih di lambung karena memiliki pH yang mendekati normal, dan memiliki availabilitas 24 jam sehingga daya tahan tubuh akan terjaga sepanjang hari. 

 

Ditinjau oleh: dr. Putri Wulandari


Related Article


Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.
Testing
Holisticare - Facebook Holisticare - Instagram Holisticare - Twitter Holisticare - Youtube