Seorang wanita dalam keadaan hamil membutuhkan kecukupan vitamin C yang lebih dari biasanya. Jika sebelumnya vitamin C hanya diperlukan untuk diri sendiri, maka saat hamil wanita perlu memenuhi kecukupan vitamin C untuk dirinya dan juga janin yang dikandungnya. Bagaimana cara memilih vitamin c untuk wanita hamil?

Vitamin C Pada Wanita Hamil

Wanita hamil yang kekurangan vitamin C akan berisiko mengalami pre-eklampsia atau meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urin serta pembengkakan kaki dan tangan. Kekurangan vitamin C saat hamil juga berisiko melahirkan bayi prematur dan penyakit anemia. Sedangkan kelebihan vitamin C bisa menekan produksi progesteron yang memicu keguguran.

Wanita hamil (dan semua orang) membutuhkan asupan vitamin C dari buah dan sayur yang dikonsumsi. Sebab, tubuh tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi vitamin sendiri. Selain buah dan sayur, suplemen vitamin C juga bisa jadi pilihan wanita hamil untuk membantu mencukupinya. Bahkan tidak sedikit wanita hamil yang mengandalkan suplemen vitamin C karena merasa khawatir kebutuhan vitamin C dari buah dan sayur yang dikonsumsinya tidak tercukupi.

Suplemen vitamin C begitu banyak dijual di pasaran dengan variasi bentuk, dosis, kegunaan, dan jenis vitamin C yang berbeda. Namun para wanita hamil perlu berhati-hati memilihnya karena tidak semua vitamin C aman untuk janin. Lantas, bagaimana memilih vitamin C yang aman untuk wanita hamil?

Cara Memilih Vitamin C Untuk Wanita Hamil

Perlu dicatat bahwa mengonsumsi vitamin C dosis tinggi di awal masa kehamilan sangat tidak dianjurkan. Kelebihan vitamin C di masa ini dapat memicu keguguran janin akibat adanya tekanan progesteron. Hindari pula vitamin C dosis tinggi jika memiliki penyakit kelebihan zat besi (hemochromatosis). Hal ini dikarenakan vitamin C akan membantu penyerapan zat besi ke dalam tubuh lebih cepat. Lalu bagaimana cara memilih Vitamin C untuk wanita hamil?

Sebelum mengonsumsi vitamin C, ketahui dulu berapa dosisnya, lalu sesuaikan dengan kebutuhan. Konsumsi vitamin C di awal kehamilan sebaiknya lebih mengandalkan buah dan sayur segar. Setelahnya barulah bantu asupan vitamin C dengan suplemen dosis tepat.

Selain dosis, perhatikan juga kadar keasaman vitamin C yang ingin dikonsumsi. Pada umumnya vitamin C memiliki kadar keasaman (pH) 1 hingga 3 dimana kategori tersebut tergolong asam (pH netral = 7). Namun ada pula jenis vitamin C yang tidak asam dengan kadar pH 5,6 hingga 6,5. Vitamin ini ada pada jenis Ester C yang telah dipatenkan sebagai Non-acidic Vitamin C (vitamin C tidak asam).

Mengapa penting memerhatikan keasaman? Jawabannya adalah karena vitamin C yang asam justru akan menambah rasa mual wanita hamil. Tentu saja hal itu berpengaruh terhadap lambungnya, terlebih bagi ibu hamil yang menderita penyakit maag atau asam lambung.

Nah untuk para wanita hamil, tetap jaga asupan vitamin C Anda agar risiko tadi tidak terjadi. Sebaiknya konsumsi Holisticare EsterC, vitamin C yang aman untuk kehamilan Anda karena dilengkapi dengan citrus bioflavonoid. Berdasarkan jurnal kedokteran berjudul “Micronized Flavonoid Therapy In Internal Hemorrhoids Of Pregnancy” disebutkan, kandungan bio-flavonoid dapat memberikan manfaat untuk memperkuat pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya masalah pendarahan ataupun keguguran saat masa kehamilan.

Jadi, wanita hamil tidak perlu ragu dan bingung lagi mengonsumsi Holisticare EsterC di masa kehamilannya. Vitamin C yang Care, ya Holisticare!