vasco-da-gama

Vitamin C merupakan vitamin larut air yang mungkin juga adalah vitamin yang paling banyak dikenal. Bahkan jauh sebelum penemuan struktur kimianya oleh Haworth dan King pada tahun 1932, para ahli telah menemukan sebuah senyawa dalam buah jeruk yang memiliki kemampuan mencegah dan menyembuhkan penyakit skorbut, sebuah penyakit yang gejalanya telah dijabarkan oleh Hippokrates sejak 400 tahun sebelum Masehi.

jeruk

Dari ekspedisi yang dilakukan oleh Vasco da Gama pada tahun 1497, ditemukan bahwa buah-buahan memiliki khasiat menyembuhkan skorbut setelah sekitar 75% awak kapalnya meninggal karena terkena penyakit tersebut. Gejala yang mereka alami berupa mulut dan gusi berdarah, bau mulut tidak sedap, luka besar di kulit, bengkak di persendian, feces BAB berdarah, badan lemas, panas tinggi dan akhirnya meninggal. Baru ketika armadanya tiba di Filipina, sisa awak kapal yang masih hidup diberi makan buah segar dan ternyata sembuh dari skorbut.

Hubungan antara penyakit skorbut dengan buah jenis sitrus seperti jeruk dan lemon baru ditemukan pada tahun 1747 oleh James Lind, seorang dokter asal Skotlandia yang bekerja di angkatan laut. Eksperimennya melibatkan dua kelompok awak kapal, dimana kelompok pertama diberi obat-obatan, sedang kelompok lainnya hanya diberi makan buah jeruk. Hasilnya menunjukkan ternyata kelompok kedua bebas dari sakit mulut dan gusi yang kemudian dikenal sebagai sariawan.

Pada tahun 1932, Szent-Györgyi menemukan hubungan antara penyakit skorbut dengan vitamin C. Penelitian yang dilakukannya kemudian mengungkap bahwa banyak jenis hewan yang mampu mensintesis vitamin C sendiri, kecuali marmut, jenis primata dan manusia. Tahun 1933, Reichstein berhasil mensintesis asam askorbat dengan struktur senyawa menyerupai vitamin C alami, yang selain terdapat dalam jeruk, juga terkandung dalam buah anggur, tomat dan pisang. Penemuan inilah yang menjadi langkah pertama produksi massal vitamin C dalam industri mulai tahun 1935.

Pada tahun 1937, Szent-Györgyi dianugerahi hadiah Nobel di bidang kedokteran untuk risetnya yang menemukan manfaat vitamin C yang mencakup fungsi metabolisme, termasuk sintesis kolagen yang dibutuhkan untuk ketahanan jaringan dan penyembuhan luka, sintesis karnitin yang dibutuhkan untuk pembentukan energi, dan dopamin yang dibutuhkan sistem saraf. Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan, serta memperkuat kekebalan tubuh dengan menunjang pembentukan sel-sel darah putih. Di tahun yang sama, Haworth juga mendapat hadiah Nobel di bidang kimia untuk riset vitamin C sintetisnya yang digunakan dalam penelitian Szent-Györgyi.

3 Generasi Vitamin C

Dalam perkembangannya, sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, vitamin C telah mengalami beberapa penyempurnaan. Hingga saat ini telah ditemukan 3 generasi vitamin C yaitu:

  1. Generasi pertama arrow Asam askorbat
    Jenis ini yang paling banyak digunakan pada produk-produk Vitamin C pada umumnya. Mempunyai kandungan asam dan oksalat yang tinggi. Tingkat keasaman yang tinggi berpotensi mengiritasi lambung dan kandungan oksalat yang tinggi dapat mengganggu kinerja ginjal.
  2. Generasi kedua arrow Kalsium askorbat
    Kandungan asam sudah berkurang tetapi kandungan oksalat tinggi, sehingga tidak aman untuk ginjal.
  3. Generasi ketiga/terbaru arrow Poli askorbat atau Ester-C
    Tingkat keasaman rendah cenderung netral (dengan pH 6 – 7) sehingga aman bagi lambung, dan kadar oksalat rendah sehingga resiko penumpukan batu ginjal lebih rendah.

Holisticare Ester C

PACK-HOLISTICARE-TABLET

Vitamin C yang Care

Sebagai produk vitamin C generasi terbaru, paten produksi dan paten merk Ester-C dipegang oleh The Ester C Company USA sehingga pemasarannya dilakukan secara eksklusif.

Melalui PT. Indocare Citrapasific, PT. Totalcare Nutraceutical menjadi salah satu perusahaan yang secara resmi memasarkan Ester-C di Indonesia. Sekaligus merupakan pemasok tunggal Ester C di regional Asia Pasifik.

Keunggulan

  1. Diserap lebih baik oleh tubuh
  2. Melindungi 24 jam tubuh
  3. Aman bagi lambung
  4. Aman bagi ginjal
  5. Menjaga kesehatan gigi (khusus Holisticare Ester C Kids)

Perbandingan Holisticare Ester C dan Produk Vit C biasa

Holisticare Ester C Vitamin C Biasa
Bertahan lebih lama di tubuh sehingga bisa memberikan perlindungan 24 jam Bertahan paling lama 12 jam lalu dibuang melalui urin, sehingga urin menjadi kuning
Dosis tepat (tidak berlebihan) dan diserap lebih baik oleh tubuh dibanding Vitamin C biasa Seringkali dosis berlebihan, bisa mencapai 1000 mg (yang mana tidak dapat diserap tubuh) sehingga terbuang sia-sia
Tingkat keasaman rendah cenderung netral (pH 6-7) sehingga lebih aman bagi lambung Tingkat keasaman yang tinggi (pH 2-4) sehingga dapat mengiritasi lambung.
Kadar oksalat 5x lebih rendah sehingga potensi pengendapan batu ginjal jauh lebih rendah Tingkat oksalat tinggi dapat berpotensi menyebabkan penumpukan batu ginjal